Breaking News

Pengurus IPSI Mauk 2026–2030 Resmi Dilantik, Fokus Pembinaan Atlet Muda

Pengurus IPSI Mauk 2026–2030 Resmi Dilantik, Fokus Pembinaan Atlet Muda
SILORA NEWS, TANGERANG — Pengurus Kecamatan (Pengcam) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kecamatan Mauk Masa Bakti 2026–2030 resmi dilantik pada Minggu, 6 September 2026.

Pelantikan yang mengusung tema “Luhur Budi, Teguh Tradisi, Membentuk Pendekar Mauk Berakar Budaya dan Berprestasi” tersebut berlangsung di Aula Otto Iskandardinata, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Pengkab IPSI Kabupaten Tangerang, H. Yani Sutisna, S.H., M.Si., dan berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 80 peserta yang terdiri dari unsur pemerintahan, jajaran Forkopimcam Mauk, pengurus IPSI, pembina, pinisepuh, serta perwakilan sejumlah perguruan pencak silat.

Turut hadir Camat Mauk, Danramil 09/Mauk, Danposal Tanjung Kait, Dansatradar 401/Tanjung Kait, Sekjen Pengkab IPSI Kabupaten Tangerang H. Syukri Ariansyah, S.E., M.M., serta Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang (DKKT) Hj. Aida Ubaidah, S.E., M.M.

Sejumlah perguruan silat juga turut hadir, di antaranya Cakra Buana Muda Indonesia, Cempaka Putih, Terumbu Banten, IKSPI, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Beksi Haji Sanwani Ketua (BHSK), dan Beksi Haji Pikan.

Abdul Ghofur: IPSI Adalah Rumah Besar Bersama

Usai dilantik, Ketua Pengcam IPSI Kecamatan Mauk, Abdul Ghofur, S.H., menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh perguruan dan elemen pencak silat yang berada di wilayah Kecamatan Mauk.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh perguruan dan Ketua Pengkab IPSI Kabupaten Tangerang yang telah memberikan amanah untuk membawa IPSI Ranting Mauk ini,” ungkap Abdul Ghofur.

Menurutnya, kepengurusan IPSI Mauk akan mengedepankan kebersamaan tanpa membedakan latar belakang perguruan.

Ia menilai IPSI harus menjadi wadah bersama untuk membangun pencak silat sekaligus mengembangkan potensi generasi muda di Kecamatan Mauk.

“IPSI adalah rumah besar bagi kita bersama. Di IPSI, kita tidak lagi berbicara tentang ego perguruan masing-masing, melainkan berbicara tentang bagaimana bersama-sama membawa nama harum Kecamatan Mauk, melestarikan budaya bangsa, menjaring dan membina bibit-bibit atlet muda berbakat di Mauk agar mampu bersaing dan berprestasi melalui pencak silat, baik di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional,” tegasnya.

Camat Mauk Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

Camat Mauk, Angga Yulyantono, S.IP., M.Si., turut memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan IPSI Kecamatan Mauk Masa Bakti 2026–2030.

Ia berharap keberadaan kepengurusan baru tersebut mampu menjadi motor pembinaan atlet pencak silat sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah kecamatan.

“Saya ucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus IPSI Kecamatan Mauk Masa Bakti 2026–2030. Semoga bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan Mauk,” tutur Angga.

Angga juga berpesan agar jajaran pengurus dapat memperkuat konsolidasi internal dan membangun kebersamaan antarperguruan.

“Pesan saya, rapihkan internal kepengurusan, perkuat kebersamaan, dan bersinergi mendukung program pemerintah, khususnya untuk Kecamatan Mauk menuju Tangerang semakin gemilang,” lanjutnya.

Yani Sutisna: Pencak Silat Bukan Sekadar Bela Diri

Sementara itu, Ketua Pengkab IPSI Kabupaten Tangerang, H. Yani Sutisna, S.H., M.Si., mengingatkan bahwa pencak silat memiliki nilai yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar olahraga atau kemampuan bela diri.

Menurutnya, pencak silat merupakan bagian dari warisan budaya yang di dalamnya terdapat nilai akhlak, budi pekerti, kedisiplinan, dan persaudaraan.

“Pencak silat bukan sekadar untuk bela diri, tetapi juga untuk meraih prestasi. Lebih dari itu, pencak silat adalah warisan leluhur yang memuat nilai akhlak, budi pekerti, dan persaudaraan,” ujar Yani.

Ia berharap IPSI Kecamatan Mauk dapat menjadi wadah yang inklusif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus menjauhkan diri dari berbagai kegiatan negatif.

“Saya berharap IPSI Mauk bisa menjadi wadah inklusif bagi generasi muda untuk menempa diri, menjauhi kegiatan negatif, serta mencetak pesilat tangguh hingga tingkat nasional dan internasional yang tetap memegang teguh adab,” tegasnya.

DKKT Dorong Pelestarian Budaya Banten

Dukungan terhadap kepengurusan baru IPSI Mauk juga disampaikan Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang (DKKT), Hj. Aida Ubaidah, S.E., M.M.

Ia menilai pencak silat memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya Banten, khususnya nilai-nilai tradisi yang diwariskan para jawara.

“Ini adalah tugas suci untuk menjaga dan merawat martabat seni silat dan budaya yang merupakan warisan asli para Jawara Banten,” ungkap Aida.

Ia juga mendorong agar para perguruan silat dapat memperkuat persatuan melalui kegiatan bersama, termasuk latihan bersama dan festival seni budaya pencak silat.

“Mari kita wujudkan persatuan serta kedamaian dengan menggalakkan latihan bersama dan menghidupkan kembali festival seni budaya pencak silat,” pungkasnya.

Dengan dilantiknya Pengcam IPSI Kecamatan Mauk Masa Bakti 2026–2030, diharapkan pembinaan pencak silat di wilayah Mauk semakin terarah, solid, dan mampu melahirkan generasi pesilat yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter, budi pekerti, serta kecintaan terhadap budaya daerah dan bangsa.

0 Komentar

© Copyright 2026 - SILORA NEWS